Wisuda ke-V Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki berlangsung dengan khidmat dan penuh makna pada hari Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Ballroom Utama Raya. Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi sivitas akademika Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, sebagai wujud capaian akademik sekaligus komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas.
Acara wisuda dihadiri oleh Rektor Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki beserta seluruh jajaran senat institut. Turut hadir dan memberikan kehormatan dalam acara tersebut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., yang kehadirannya menegaskan pengakuan dan dukungan pemerintah terhadap perkembangan dan eksistensi Institut Sayyid Muhammad Alawi alAl Maliki dalam dunia pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Dalam sambutannya, Rektor Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki menyampaikan laporan perkembangan akademik institusi yang menunjukkan kemajuan signifikan dari tahun ke tahun. Salah satu capaian penting yang disampaikan adalah dibukanya Program Pascasarjana Strata Dua (S2) Program Studi Studi Islam. Pembukaan program pascasarjana ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan keilmuan Islam yang integratif, moderat, dan relevan dengan tantangan zaman. Rektor menegaskan bahwa pengembangan akademik ini merupakan bagian dari ikhtiar institusi untuk meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat luas.
Wisuda ke-V ini juga dihadiri oleh Penasihat Yayasan, Prof. Dr. Habib Muhammad Baharun, M.A. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa wisudawan dan wisudawati tidak cukup hanya berbekal ijazah dan kemampuan akademik, tetapi harus memiliki integritas dan kejujuran sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Menurut beliau, integritas merupakan nilai inti yang akan menjaga ilmu tetap bermanfaat dan menjadikan lulusan sebagai pribadi yang dapat dipercaya, baik dalam dunia kerja, pengabdian sosial, maupun pengembangan keilmuan.
Orasi ilmiah pada wisuda ke-V ini disampaikan oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron. Dalam orasinya, beliau menyoroti tantangan global yang dihadapi oleh lulusan perguruan tinggi, khususnya lulusan strata satu. Ia menegaskan bahwa penguatan kompetensi bahasa asing menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Lulusan Strata Satu, menurutnya, harus memiliki penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris secara memadai. Bahasa Arab penting sebagai kunci pengembangan dan pendalaman khazanah keilmuan Islam, sementara bahasa Inggris menjadi sarana utama untuk berinteraksi dengan ilmu pengetahuan global, teknologi, dan jejaring internasional. Dengan penguasaan kedua bahasa tersebut, lulusan diharapkan mampu bersaing, berkontribusi, dan membawa nilai-nilai keislaman dalam ruang global.


Pada wisuda ke-V ini, Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki meluluskan sebanyak 51 mahasiswa dari dua program studi, yaitu Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI). Para wisudawan dan wisudawati tersebut telah melalui proses akademik yang panjang dan penuh dedikasi, sehingga diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Selain prosesi pengukuhan wisudawan, Wisuda ke-V Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki juga dirangkaikan dengan penganugerahan penghargaan akademik dan nonakademik sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mahasiswa yang unggul dan berkarakter. Penghargaan ini mencerminkan komitmen institut dalam melahirkan lulusan yang cemerlang secara intelektual serta kokoh dalam spiritualitas dan tradisi keilmuan Islam.
Penghargaan akademik diberikan kepada wisudawan berprestasi atas konsistensi capaian akademik, kedisiplinan belajar, dan kontribusi dalam pengembangan atmosfer ilmiah kampus. Sementara itu, penghargaan nonakademik dianugerahkan kepada mahasiswa yang berprestasi dalam keilmuan Islam klasik, di antaranya hafal Al-Qur’an 30 juz secara mutqin serta menghafal Alfiyah Ibnu Malik sebagai fondasi penting penguasaan ilmu bahasa Arab.
Penganugerahan ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus menyeimbangkan keunggulan akademik dan kedalaman spiritual, sekaligus meneguhkan visi institut dalam mencetak lulusan yang berilmu, beradab, dan berdaya saing.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Wisuda ke-V Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menjadi refleksi atas perjalanan institusi dalam membangun kualitas pendidikan tinggi Islam. Dengan semangat pengembangan akademik, penguatan integritas lulusan, serta kesiapan menghadapi tantangan global, Institut Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki optimis untuk terus melahirkan generasi intelektual muslim yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.